FLUFF (Series)

Tittle        : Sketch Book
Genre     : Fluff
Length    : Oneshoot
Cast        : Lee Sungyeol ‘Infinite’, Jung Eunhee ‘OC’
Disc        : This FF is mine and i made it with my own think 🙂


Seorang gadis berseragam SMA sedang duduk dibawah pohon sakura. Rambut panjang almondnya melambai-lambai tertiup semilir angin, hari ini adalah minggu pertama musim semi. Dan gadis bernama Jung Eunhee ini memilih membolos dan pergi ke taman kota untuk menikmati cuaca yang sedang cerah-cerahnya.
Matanya menatap fokus pemandangan dihadapannya, sebuah bangku kayu dengan air mancur dibelakangnya. Tangannya kirinya yang memegang sebuah pensil mencoret-coret kertas sketch book yang sudah hampir penuh. Dia sedang membuat sketsa gambar, salah satu kegiatan rutinnya ketika dia merasa suntuk dengan segala kegiatan sekolah dan keluarganya.
Jung EunHee, seorang chaebeol. Keluarganya memiliki peran cukup penting bagi perekonomian di Korea Selatan. Hidup sebagai keturunan chaebeol membuatnya seolah sulit bernafas, segala kehidupannya diatur sedemikian rupa hingga dia bahkan tidak mampu membuka suara untuk protes. Dan satu-satunya pelarian adalah menggambar.
Hal lain yang juga membuatnya bertahan adalah kenyataan kalau dia tinggal di Busan. Bukannya di Apgujeong atau Cheongdam-dong yang terkenal dengan keelitannya. Disini segalanya berjalan normal, tidak ada orang yang berpakaian semewah ketika dia sedang berjalan di Gangnam atau teman elite yang mempertanyakan status.
Eunhee hampir menyelesaikan gambarnya ketika dia merasakan tepukan di pundaknya. Hana refleks menoleh dan mendapati laki-laki jangkung berwajah anak-anak menatapnya dengan senyum sepolos bayi.
“Lee Seungyeol.” Eunhee berdecak lalu kembali fokus pada sketsanya. “Kenapa kau bisa disini?”
“Aku mencarimu, kau tega meninggalkanku tersiksa di kelas profesor botak itu.” Sungyeol menepuk rumput disamping Eunhee dan ikut duduk.
“Ck, kau kan bodoh.. Kenapa malah bolos? Memangnya kau tidak takut dihukum?” Hana menutup buku sketsanya, pandangannya beralih ke wajah Sungyeol disampingnya.
“Kalau dihukum, kau juga pasti dihukum. Eiii, aku ini jenius.” Sungyeol tertawa.
Lee Seungyeol adalah ‘penguntit’ setia Jung Eunhee. Laki-laki jangkung yang duduknya tepat di belakang bangku Hana ini sebenarnya sangat jenius. Hanya saja, dia terlalu malas belajar, dan dia semakin malas melakukan apapun ketika bertemu Eunhee.
“Jenius apanya? Kau itu bodoh.” Eunhee berdecak sebal sambil memasukkan alat gambarnya kedalam tas.
“Aku ini jenius, nilaiku kan tidak pernah kurang dari 90.”
“Bukan itu…”
Tepat saat Eunhee belum menyelesaikan kalimatnya, seorang petugas keamanan meneriaki mereka berdua dari jauh.
Yah, dua orang berseragam di jam-jam belajar malah berkeliaran di tempat umum memang dilarang.
“Yaaaaa!!! Kalian membolos lagi?!!!!” Teriak petugas itu sambil mengacungkan tongkatnya kearah Eunhee dan Sungyeol. Keduanya saling tatap lalu tersenyum penuh arti.
“Yaaaa!!! Jangan lari kalian!!!” Teriak Petugas itu lagi sambil mulai berlari mengejar mereka.
Eunhee dan Sungyeol berlari sambil tertawa-tawa. Tidak peduli orang-orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan aneh, keduanya terus berlari sampai memasuki kawasan pasar tradisional.
“Yah, aku lelah hh kita sembunyi saja dulu.” Eunhee menarik tangan Seungyeol yang menggandengnya untuk berhenti. Sungyeol mengangguk dan mengikuti langkah Eunhee masuk ke sebuah kedai jajangmyeon.
“Haah.. Padahal kukira hari ini hidupku akan tenang.” Eunhee mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan, wajahnya sudah semerah kepiting rebus karena berlari cukup lama. Sungyeol yang memperhatikannya hanya bisa diam. Tautan tangannya masih belum lepas. Entah Eunhee sadar atau tidak.
“Kau mau makan jajangmyeon?” Tanya Sungyeol sambil tersenyum.
“Mmm.. Ani, tenggorokanku akan kering kalau makan jajangmyeon. Aku mau Jjampong saja.”
“0ah matta, keurae aku juga makan itu.. Ahjumma dua jjampong dan dua botol air es ya.” Teriak Sungyeol.

“Ya! Sampai kapan kau mau mengikutiku?” Eunhee menghentikan langkahnya dan berbalik.
“Sampai kau masuk rumah, ayo cepat jalan lagi.” Sungyeol membalik pundak Eunhee dan mendorongnya berjalan.
“Kau ini!”
“Eunhee-ya, aku ingin mengatakan sesuatu.”
Eunhee menghentikan langkahnya lalu berbalik, menatap Sungyeol.
“Apa?”
Sungyeol berdehem lalu menundukkan kepalanya sejajar dengan kepala Eunhee.
“Aku sudah tahu.”
Eunhee membeo, tidak mengerti.
“Buku sketsamu yang hilang itu.” Sungyeol menarik nafas, “Aku sudah tahu ada dimana.”
“Dimana? Kau menemukannya?” Ujar Eunhee bersemangat, tapi tiba-tiba berubah panik. “Kau melihat isinya?”
Sungyeol tersenyum sambil kembali menegakkan kepalanya.
“Menurutmu?”
Yaaaa!!” Eunhee segera berbalik menghindari tatapan Sungyeol dan berjalan cepat menuju rumahnya. Sedangkan Sungyeol terkekeh geli sambil mengikuti Eunhee dengan langkah santainya.
“Eunhee-ya, bukankah hari ini sangat cerah?” Teriak Sungyeol riang. Tapi Eunhee tidak menyahut dan malah mempercepat langkahnya.
Eunhee harus segera bersembunyi

FIN

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s