DEMON SERIES | 3rd A Long Journey

DEMON SERIES

Tittle      : 3rd A Long Journey

Cast       : Kim MyungJin, Choi JunHong, Kim MyungSoo, Moon JongUp

Cameo  : EXO member’s, Infinite member’s, Cho KyuHyun, CN Blue member’s, F(x) member’s

Genre   : Fantasy, Fluff, Alternative Universe, Li’l Bit Romance, Family

Rated    : General

Length  : Chaptered

Disc        : This FanFiction is Originally Mine, I own the Plot and Story, The cast too ^^

Preview : 1st Wish for Demon | 2nd Firs Wish

3rd A Long Journey

Aku kembali karena ada yang harus keselesaikan

Denganmu

 

Awan kelabu masih setia memayungi langit kota Busan. Meskipun sudah 15 menit berlalu, hujan musim panas yang biasanya hanya turun sebentar itu tidak juga mereda. Jangankan mereda, kalau ada yang mau menghitung tetesan air yang jatuhpun jumlahnya tetap sama seperti ketika pertama kali turun tadi. Kim MyungJin mengangkat ranselnya sambil berjalan pelan menyusuri koridor sekolah yang mulai lengang. Beberapa siswa yang kebetulan membawa payung sudah pulang. Sedangkan yang tidak membawa hanya bisa berdiri di teras sekolah sambil mengeluh karena hujan yang tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti.

“Aku ingin pulang..” Gumam Do KyungSoo sambil merapatkan blazer abu-abunya. MyungJin menengok kearahnya sebentar lalu kembali focus pada tetesan hujan yang sengaja ia tampung di telapak tangannya.

“Jinni-ah, kau tidak bawa jas hujan?” Laki-laki mungil dengan mata bulat yang terlihat lucu itu tiba-tiba sudah berdiri disampingnya. Do KyungSoo, wajahnya mirip anak-anak tapi sebenarnya ia salah satu sunbae Kim MyungJin.

“Tidak sunbae, aku lupa memasukkannya tadi.” MyungJin sedikit mengeraskan suaranya. Suara hujan yang berisik membuat ucapannya tidak begitu terdengar.

“Ah, kau mau menunggu hujannya reda?”

“Entahlah sunbae, sepertinya hujan tidak akan reda secepatnya.” MyungJin merapatkan jaket bisbolnya. Udara musim panas yang biasanya menyengat  berubah menjadi sedikit dingin.

“Kalau menunggu sepertinya tidak bisa, ini sudah jam 4.” KyungSoo berucap lagi, namun kali ini lebih seperti berkata pada dirinya sendiri. “Aku pulang dulu Jinni-ah, annyeong.”

Annyeong sunbae, jalgayo.” MyungJin melambaikan tangannya pada KyungSoo yang nekat menerobos hujan. Para siswa yang tadinya berkerumun di teras sekolah sudah mulai berkurang, sekarang hanya tinggal beberapa orang saja. MyungJin jadi semakin gelisah.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tiba-tiba demon berambut pirang itu muncul disebelahnya.

“Kau tidak lihat itu?” MyungJin sempat mengelus dada sebelum menunjuk tetesan hujan yang ada didepannya.

“Ah, hujan.” JunHong tersenyum mengerti. “Kau mau aku melakukan sesuatu?”

MyungJin menoleh-mendongak tepatnya, sambil melemparkan tatapan apa-maksudmu-nya.

“Aku akan mengabulkan semua permohonanmu, ingat?” JunHong balik menatap MyungJin dengan mata berbinar lengkap dengan senyum menawannya.

“Aku, tidak mau.” MyungJin langsung menngalihkan pandangannya. Ia bisa merasakan hawa panas di wajahnya ketika melihat demon itu tersenyum dengan jarak yang hanya sejengkal darinya.

“Eyy, kenapa tidak? Cepat minta, apapun! Kau mau aku menyingkirkan awannya atau menghentikan hujannya sampai kau tiba di rumah?”

MyungJin mendengus geli, demon ini sedikit pemaksa.

Apa kau benar-benar demon?

“Tentu saja! Kau mau lihat buktinya?” JunHong menyeringai licik.

Ah, dia memang demon

“Kenapa kau harus menggunakan kata ganti orang ketiga ketika yang kau ajak bicara ada didepanmu?”

“Memangnya aku sedang bicara padamu?”

“Tidak, ah benar juga.” JunHong mengusap kepalanya, .

“Dasar bodoh.” MyungJin terkekeh. Tapi detik berikutnya MyungJin sudah terdiam. Ekspresinya berubah datar.

“Kau ini benar-ben…ar?” JunHong memelankan suaranya, mengikuti arah pandang MyungJin.

Sebuah payung berwarna jingga dan sepasang ‘kekasih’ yang tengah tertawa berjalan melewati halaman sekolah.

JunHong menoleh dan mendapati MyungJin yang sudah hilang entah kemana.

“Kenapa kau pergi begitu saja?” JunHong berhasil menemukan MyungJin yang sudah basah kuyup di parkiran.

“Kenapa aku harus pamit padamu?” MyungJin menjejalkan ranselnya ke dalam keranjang lalu menuntunnya melewati parkiran.

Kenapa dia ini sinis sekali padaku

“Ah, mian aku sedang…”

“Apa ini karena hyeong?” JunHong memotong ucapan MyungJin, raut wajahnya yang selalu terlihat ceria itu berubah sendu. “Apa karena JongUp hyeong?”

MyungJin menghentikan langkahnya dan berbalik, menatap JunHong dengan ekspresi penasaran dan kaget.

“Apa karena kau…. Cemburu? Apa karena hyeong dan pacar barunya?”

MyungJin tertegun.

Selama beberapa saat, keduanya terdiam.

“Kenapa kau memanggilnya hyeong?”

JunHong tidak berani menatap MyungJin, matanya bergerak tidak tenang.

“Karena dia…. Hyeong-ku.”

Suasana rumah MyungJin mendadak sangat ramai karena kedatangan teman-teman band kakaknya. Makan malam yang biasanya tenang jadi sangat berisik karena lima orang laki-laki yang sedang duduk melingkar didepan televisi. Bahkan kakaknya yang biasanya bertugas memasak makan malam tidak membantunya di dapur. MyungJin menuangkan jus jeruk kedalam gelas dengan sedikit kesal.

“Ada apa dengan wajahmu?” JunHong mengangkat gelas-gelas yang sudah terisi jus dan meletakkannya diatas nampan.

MyungJin bergeming. JunHong hampir membenturkan kepalanya ke pintu kulkas. Ia baru ingat kalau gadis itu pasti juga sedang kesal padanya karena kejadian tadi sore.

“Ah, aku kesana dulu.” JunHong yang serba salah memilih beranjak sambil membawa minuman untuk teman-teman band Myungsoo.

Tidak lama kemudian MyungJin menyusul, ia ikut duduk di samping Myungsoo.

“Jadi besok kita ke stasiun pukul 7, SungGyu hyeong sudah berangkat ke Incheon dua hari yang lalu bersama WooHyun hyeong dengan membawa van kita, Karena masing-masing dari kita memang masih ada yang kuliah dan bekerja sambilan jadi kita berangkat besok pagi, MyungSoo-ya kau dan aku besok yang membeli tiketnya.” Jelas Lee SungYeol, laki-laki paling jangkung di ruangan itu.

Myungsoo mengangguk.

“Besok kita berangkat dengan KTX jam 7 ke stasiun.” DongWoo mengulangi perkataan SungYeol sambil mencatatnya ke note. Ia memang terkenal pelupa, jadi harus mencatat segala sesuatunya di sticky note yang ia tempel di sampul buku agendanya.

“Sebaiknya kita tidur sekarang, bahaya kalau besok kita kesiangan. Tidak aka nada waktu untuk rehearsal dan DongWoo hyeong kan susah sekali dibangunkan.” Sahut Lee HoWon.

“Ah, benar juga. JunHong-ah bantu aku mengangkat kasur kemari.” MyungSoo beranjak ke kamarnya untuk mengambil kasur lantai.

15 menit berikutnya, ruangan menjadi gelap karena lampu dipadamkan, ocehan Lee SungYeol dan Lee HoWon sudah tidak terdengar lagi, hanya suara dengkuran halus yang perlahan-lahan terdengar.

MyungJin mengamati sekelilingnya, para laki-laki itu sudah mulai terlelap. Dengan hati-hati ia melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.

Karena dia hyeongku

Tiba-tiba suara itu terputar lagi di otaknya. Rasa penasaran kembali menyelimuti hatinya. Demon yang datang ke rumahnya untuk mengabulkan semua permohonannya terdengar sangat ganjil. Mengabulkan sesuatu tanpa ada kesepakatan bukanlah sifat demon. Kakak laki-lakinya yang bersikap setenang air ketika demon itu datang ke rumah, sarapan bersama, ke sekolah bersama dan bahkan sekarang menginap di rumahnya. Juga JongUp, demon itu bahkan memanggilnya dengan sebutan hyeong, bukannya sunbae seperti junior pada umumnya ketika mereka belum kenal dekat.

MyungJin menarik nafas panjang lalu kembali melangkah masuk ke kamarnya, merebahkan tubuhnya keatas ranjang sambil memeluk gulingnya erat. Perlahan rasa penasarannya digantikan rasa kantuk. Menit berikutnya ia sudah sepenuhnya terpejam.

 “Rapi sekali hyeong.” JunHong melangkah masuk ke kamar JongUp. Memperhatikan laki-laki yang sibuk membenahi tatanan rambutnya dengan gel.

“Apa ini sudah bagus?” JongUp menoleh menatap JunHong, ekspresinya terlihat kebingungan.

“Sudah! Kau berdandan sangat lama, memangnya kau mau kencan?” JunHong menahan tawa sambil memainkan gitar akustik yang tergeletak di lantai kamar JongUp.

“Iya, kau ingat gadis yang bernama Kim MyungJin? Anak tingkat satu itu.” JongUp memakai jaketnya.

JunHong berhenti memainkan gitar, tatapannya berubah aneh.

“Aku akan menembaknya hari ini.”

Kedua alis JunHong bertaut.

“Aku berangkat dulu, kau jaga rumah baik-baik ya.” JongUp menepuk pundak JunHong, setengah berlari ia menuruni tangga rumahnya sambil bersiul senang.

JunHong menatap pintu, pandangannya kosong. Tiba-tiba dadanya sesak.

“Hyeong.”

 

A Long Journey

KTX jurusan Incheon dijadwalkan berangkat 5 menit lagi. Keempat personil Infinite dan JunHong juga MyungJin sudah duduk di kursi masing-masing.

Lee HoWon, Lee SungYeol, Kim MyungSoo dan Jang DongWoo sudah larut dalam obrolan. Mereka berempat duduk berhadapan, sedangkan MyungJin dan JunHong duduk berhadapan di belakang Myungsoo.

MyungJin melirik JunHong yang pura-pura tertarik dengan orang-orang yang duduk di kursi tunggu diluar. Hari ini laki-laki yang biasanya tidak bisa berhenti mengoceh dan tertawa itu jadi sedikit diam. Kalau biasanya ia akan dengan senang hati menjahili MyungJin kapanpun ia bisa, ia malah lebih memilih memasang headset dan mengutak-atik console game portable nya.

MyungJin mengernyit, pandangannya belum lepas dari JunHong. Sampai suara speaker mendadak berbunyi, suara perempuan memberitahu kalau kereta akan berangkat. Ketika itu JunHong menoleh, matanya bertemu pandang dengan MyungJin. Keduanya saling tatap. MyungJin yang biasanya menolak kontak mata menatap mata JunHong tanpa berkedip, seperti mencari sesuatu didalam mata hazel bening itu.

Apa, yang tadi itu…kau?

JunHong menunduk, perlahan tangannya melepas headset dari telinganya. Kereta mulai melaju.

Apa itu kau?

Suara itu datang lagi, suara yang biasanya dipenuhi rasa jengkel dan polos itu berubah menjadi sedikit menakutkan. JunHong menarik nafas lalu mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja.

Tuk

Itu kau? Iya kan?

Tuk

Jawab aku, Choi JunHong!

Tuk

Mendadak segalanya berjalan lambat. JunHong mendongak, tersenyum perih lalu mengangguk.

“Itu aku.”

MyungJin menghela nafas panjang. Pandangannya jatuh ke meja.

Perjalanan hari ini akan jadi sangat panjang

“Kau kesal padaku?” JunHong membuka suara.

“Eum…” MyungJin mengangguk kecil, “Kau tahu bagaimana rasanya tiba-tiba ada demon yang muncul didepanmu lalu berkata kalau ia akan mengabulkan semua permohonan yang kau minta, kakak laki-laki protektif yang secara tiba-tiba mengendurkan penjagaannya, teman-teman juga guru di sekolah yang ternyata mengenal demon itu, apa… kau pikir ini adil? Seolah hanya aku yang tidak tahu siapa demon yang muncul didepanku.”

JunHong menunduk semakin dalam.

“Itu tidak adil.” MyungJin melanjutkan, “Aku, aku juga ingin tahu siapa kau? Kalau kau benar-benar demon, kenapa kau memilih muncul didepanku? Bukan yang lain?”

JunHong menelan ludahnya susah payah.

MyungJin diam,

“Aku kembali karena ada yang harus keselesaikan.. denganmu.” JunHong mengusap kepalanya, mengalihkan pandangannya keluar jendela.

FIN

Next Part             : 4th The Reason

Advertisements

3 thoughts on “DEMON SERIES | 3rd A Long Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s