DEMON SERIES | 4th The Reason

DEMON SERIES

Tittle      : 4th The Reason

Cast       : Kim MyungJin, Choi JunHong, Kim MyungSoo, Moon JongUp

Cameo  : EXO member’s, Infinite member’s, Cho KyuHyun, CN Blue member’s, F(x) member’s

Genre   : Fantasy, Fluff, Alternative Universe, Li’l Bit Romance, Family

Rated    : General

Length  : Chaptered

Disc        : This FanFiction is Originally Mine, I own the Plot and Story, The cast too ^^

Preview : 1st Wish for Demon | 2nd First Wish | 3rd A Long Journey

4th The Reason
Even if everything is taken away from me
If it’s for you
I’m okay

JunHong melangkahkan kakinya perlahan memasuki wahana bermain tempat JongUp dan MyungJin pergi. Sebenarnya ia sendiri merasa aneh kenapa harus mengikuti dua orang itu. Jelas sekali tadi JongUp mengatakan kalau ia akan menyatakan perasaannya pada MyungJin. Melihat hyeong dan gadis yang disukainya sedang berkencan hanya akan semakin menghancurkan hatinya, tapi JunHong merasa harus mengikuti mereka. Hatinya berkata mungkin hari ini hari terakhir ia bisa melihat wajah gadis itu. Sedari tadi matanya tidak lepas memandangi punggung MyungJin yang berjalan tidak jauh didepannya.
Ia terus mengikuti keduanya sampai JongUp dan MyungJin memasuki bianglala. JunHong hanya memperhatikan keduanya dari belakang pagar antrian.
“Aku tidak perlu mengikuti mereka lagi kan?” JunHong berkata pada dirinya sendiri lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu.
JunHong berjalan di trotoar, sepasang headset menempel di telinganya. Volume musik sengaja ia setel maksimal, mungkin dengan begitu rasa sakit dihatinya bisa sedikit terobati.
Hari sudah menjelang petang. jalanan yang dilewatinya cukup sepi. Hanya ada seorang ahjussi di seberang jalan yang terlihat mabuk berat, JunHong sempat menatap laki-laki paruh baya itu dengan sebelah alis terangkat.
JunHong masih berjalan dengan tenang sambil menendang kerikil dibawahnya ketika sebuah SUV meluncur kearahnya tanpa peringatan.
Suara mendesing dan debuman keras terdengar memekakkan telinga.
SUV yang tadinya masih di tengah jalan itu meluncur dan berhenti setelah menabrak pohon polar di samping trotoar.
JunHong mengerjapkan matanya yang terasa berat. penglihatannya mengabur karena rembesan cairan merah pekat yang mengalir dari kening ke matanya. Samar ia melihat seseorang tengah berdiri sambil menatapnya. JunHong mengerjapkan matanya lagi. Saat ia membuka mata, orang itu sudah berjongkok didepannya. Menatapnya dengan raut kasihan namun terlihat dingin.
“Nuguseyo?” Ucap JunHong terbata.
“Demon yang kau panggil.” Sosok yang ternyata seorang laki-laki itu tersenyum lembut padanya. “Akan kukabulkan apapun yang kau minta.”
JunHong menatap laki-laki itu, matanya memicing, tangan kirinya memegangi kepalanya yang terasa nyeri luar biasa.
“Kau hanya perlu memikirkan apa keinginanmu, dan aku akan mengabulkannya.” lanjut laki-laki itu.
JunHong membuang pandangannya pada kaos putihnya yang sudah berubah merah gelap. Nyeri di kepalanya semakin menjadi-jadi. ia memejamkan mata, rahangnya mengeras menahan sakit yang teramat sangat.
Mendadak wajah MyungJin yang sedang tersenyum berputar di kepalanya, seperti sebuah film pendek. Wajah gadis itu sedang tersenyum, suara yang memanggil namanya, wajah gadis itu ketika sedih, pertemuan pertama mereka, dan yang terakhir siluet ketika MyungJin berjalan memasuki bianglala bersama JongUp.
“Noona.” Ucapnya lemah, matanya terpejam. Mendadak tubuhnya terasa ringan, rasa sakit di kepalanya perlahan menghilang.
Bersamaan dengan itu, sebuah teriakan memilukan terdengar.
Kim MyungJin, berlari sekuat tenaga kearah JunHong yang sudah tidak sadarkan diri.

JunHong mengerjap, menyesuaikan matanya dengan cahaya terang yang menyerbu indra penglihatannya. Hal pertama yang dilihatnya adalah laki-laki yang mengaku sebagai demon tadi tengah menatapnya tanpa minat. Ekspresi wajahnya yang terlihat kaku dan dingin terlihat sedikit menyeramkan.
“Nugu?” JunHong mengangkat tangan hendak memegang kepalanya.
“Demon, aku yang tadi.” Jawab laki-laki itu dingin, sangat berbanding terbalik dengan sikapnya tadi. JunHong mengernyit, mencoba mengingat apa yang terjadi. “Kau sudah mati.” Ucap laki-laki itu lagi.
JunHong semakin mengernyit, otaknya masih belum bisa mencerna perkataan laki-laki itu. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, tempat ini terasa sangat asing baginya. Ruangan dengan background serba putih yang membuatnya terlihat seperti ruangan tanpa batas.
“Noona!” JunHong hampir beranjak dan berlari ketika pandangannya jatuh pada seorang gadis yang terlelap di kursi putih di seberang kursinya. “Apa yang kau lakukan padanya?!” JunHong membatalkan niatnya untuk beranjak, meskipun ia sangat ingin berlari menghampiri Kim MyungJin saat itu juga, namun tubuhnya menolak mentah-mentah. Kaos putih yang berubah merah pekat tadi masih melekat di tubuhnya, kepalanya kembali berdenyut, kakinya serasa lumpuh, hampir seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan kecuali kedua tangan yang sedang memegangi keningnya.
“Mengabulkan permohonanmu.” Ucap laki-laki itu datar.
“Tapi aku..” JunHong menelan ludahnya susah payah, “Aku..” ia kembali menatap MyungJin, tenggorokannya terasa sakit, “Aku sudah mati.”
Diluar dugaan, laki-laki didepannya malah menyeringai lalu mengangguk-angguk, “Gadis itu melihatku.”
JunHong menarik nafas, gusar.
“Yang bisa melihatku hanya mereka yang sudah mati.” Lanjut laki-laki itu. JunHong bisa merasakan degupan keras di dada kirinya.
“Tapi dia…” JunHong menatap MyungJin dan laki-laki dihadapannya bergantian. “Bukan! bukan ini yang kuinginkan.” JunHong terisak. Laki-laki didepannya menyeringai semakin lebar.
“Kukira kau ingin bersamanya.”
“Tidak! BUKAN!” JunHong berteriak sambil memegangi kepalanya.
“Lalau bagaimana?”
JunHong menatap MyungJin dengan raut sedih, “Aku tidak ingin seperti ini, aku tidak ingin bersamanya seperti ini.”
Laki-laki didepannya berhenti menyeringai, ekspresinya berubah serius.
“Akan kulakukan apapun! Aku tidak ingin dia seperti ini.”
“Aku hanya mengabulkan satu permohonan.”
“Kumohon… pasti ada cara lain.”
“Tentu, ada cara lain.”
JunHong mendongakkan kepalanya, menatap laki-laki itu tepat di mata.
“Jadi sepertiku!”
JunHong mengerutkan keningnya.
“Jadi demon sepertiku, menukar satu permohonan dengan jiwamu.” Laki-laki itu menatapnya datar. “Kau bisa bersamanya, kau juga bisa selalu disampingnya, tapi…” Laki-laki itu memotong ucapannya, mengikuti arah pandang JunHong. “Sebagai konsekuensi, memorinya tentangmu akan sepenuhnya terhapus.”
JunHong masih memandangi MyungJin, ekspresinya tidak terbaca.
“Bagaimana?”
Perlahan JunHong mengangguk. Laki-laki didepannya menatapnya dengan ekspresi aneh lalu menjentikkan jarinya. Dan segalanya berubah gelap.

The Reason is I love you

MyungJin mengerjapkan matanya sambil merentangkan tangan. Ia hampir melompat mundur ketika yang dilihatnya ketika membuka mata adalah wajah close up JunHong yang memandanginya dengan ekspresi penasaran.
“Apa yang kau lakukan?!” MyungJin memekik, ia menarik kantung tidurnya. Memeriksa resleting, masih terpasang.
“Menunggumu bangun.” Jawab JunHong datar. “Aku tidak melakukan apapun.” JunHong duduk bersila sambil memandangi MyungJin yang menatapnya penuh selidik. “Kalaupun aku melakukan sesuatu, aku tidak akan mengatakannya padamu.”
MyungJin terhenyak. “YA!!!!!” tangannya terangkat hendak memukul laki-laki yang tengah menyeringai iseng didepannya. Kim MyungJin memang memutuskan tidur sepanjang hari sesampainya di pantai tempat mereka piknik, tepatnya setelah JunHong berhasil mendirikan sebuah tenda untuk 2 orang tempat MyungJin tidur.
“Aku hanya duduk disini,” JunHong melindungi kepalanya dengan dua tangan, “Tapi karena kau tidak bangun juga, aku jadi bosan dan tertidur… di sebelahmu.”
MyungJin bisa merasakan pipinya memanas, wajahnya semerah udang rebus. Tangannya melayang dan memukul JunHong membabi buta.
“DEMON MESUM!!! ENYAH KAU!!!!!!”
JunHong menghindar sambil tertawa-tawa. Gadis yang tengah memukulinya ini memang lucu. Padahal tadi waktu di kereta, suasana terasa benar-benar aneh. Tapi sekarang, gadis itu seperti lupa, dan hanya melakukan sesuatu yang terlihat seperti refleks.
“Sebenarnya apa yang mereka lakukan?” Suara serak manajer Infinite-Lee SungGyu- terdengar. Ia menatap heran tenda tempat MyungJin tidur yang tengah bergoyang-goyang.
“OMOMO… jangan-jangan mereka sedang…” Lee SungJong-adik Lee Sunggyu-menghentikan ucapannya ketika sebatang spatula menghantam puncak kepalanya.
“YA! Hentikan pikiran kotormu!” MyungSoo menatapnya dingin lalu berjalan mendekat menuju tenda. Membuka resleting tenda dan mendapati JunHong yang sedang melindungi tubuhnya dari pukulan MyungJin. “Apa yang sedang kalian lakukan?”
Baik JunHong dan MyungJin mendadak mematung.
JunHong menggaruk tengkuk, “Tidak ada hyeong, tadi ada laba-laba yang masuk ke tenda.. aku membantu MyungJin mengusirnya keluar.” Dusta JunHong. MyungJin menatap kakak laki-lakinya dan JunHong bergantian, tanpa sadar ia mengangguk.
MyungSoo menatap MyungJin, sebelah alisnya terangkat. “Eum… soal laba-laba jangan dipikirkan, sebaiknya kalian keluar aku sudah memasak makan malam.” MyungSoo berbalik keluar tenda. JunHong dan MyungJin mengangguk.
Diluar, semua personil Infinite dan manajer juga Lee Sungjong sudah siap dengan kostum mereka. Sebuah kain lebar dibentangkan disamping tenda, diatasnya sudah tersedia nasi, lauk dan alat makan. Lee Howon, Lee Sungyeol, Jang Dongwoo, Nam Wohyun dan Kim Sunggyu sudah duduk disana. Piknik di pantai pada malam musim panas.
“Kami akan berangkat ke sekolah Sungjong untuk rehearsal, kalian tolong dirikan tenda untuk kami ya.” Ucap SungGyu.
MyungJin dan JunHong lagi-lagi hanya mengangguk. Setelah makan malam dan mengucapkan selamat tinggal pada van yang membawa para personil Infinite, keduanya mengambil ransel berisi tenda yang diletakkan disamping tenda tempat MyungJin tidur, lalu mulai merakit tenda.
Setelah berhasil mendirikan tenda, keduanya duduk di pantai sambil memandangi riak air yang berkelip diterpa sinar bulan. Tapi kemudian MyungJin mendongak menatap langit, JunHong menoleh, memandang wajah MyungJin lalu tersenyum.

FIN

Next Part: 5th Don’t Say Goodbye

Advertisements

3 thoughts on “DEMON SERIES | 4th The Reason

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s