KAI

kaio
Source: Google

Kalau kau tanya bagaimana bisa aku cinta mati pada laki-laki bernama Kai ini. Aku bisa memberimu ribuan jawaban dan jutaan alasan. Seringkali dengar kalau jatuh cinta tidak memerlukan alasan? Menurutku itu salah, karena ketika ditanya “Kenapa kau mencintainya?” otakmu akan berpikir dan berusaha memilah alasan untuk menjawab satu pertanyaan itu. Sedangkan alasan di kepalamu sudah terlanjur berbaur menjadi satu dan membuatmu bingung, membuatmu mengatakan “Aku tidak butuh alasan untuk mencintainya, ‘kan?”.

Well, aku bisa mengatakan alasan tergantung pada kondisi dan situasi. Misalnya sekarang ini.

Kalau kau tanya mengapa aku mencintainya?

Jawabanku akan seperti ini,

Dia membuatku seperti kehabisan oksigen dengan tatapan menggodanya, dia membuatku berdebar-debar kala bibirnya membentuk senyum miring, dia merubah kakiku menjadi jelly dengan kemeja putih dan celana hitam yang dikenakannya, Oh!! Jangan lupakan dua kancing atas yang ditanggalkan dan surai brunette yang menutupi separuh matanya.

Atau kau mau dengar yang lebih tidak masuk akal?

Karena dia sudah memerangkapku. Membuatku jatuh, membuatku tidak punya pilihan, dan menawarkanku satu jalan keluar. Well, aku bisa apa selain pasrah dan membiarkannya menolongku, atau membuatku terperangkap semakin dalam di iris coklatnya yang seperti lumpur hisap.

Aku punya berjuta alasan untuk mencintainya

Kau hanya perlu menyiapkan secangkir kopi dan selimut beledu

Dan aku akan bercerita sepanjang hari,

Sepanjang malam

Karena alasanku mencintainya

Tidak ada habisnya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s