OH BUBBLE TEA

Sehun at Gimpo
Source: Eye To Eye

Cast: Sehun ‘EXO’, Elsa ‘OCs’ || Genre: Fluff, Friendship || Rating: T ||Length: Ficlet

Credit posters: Eye To Eye

Copyright © 2014 azuream8

All rights reserved

Ps : No Plot :)))) Go to drugstore if you end up confused, i just wanna write about Bubble Tea and Sehun XD Sorry~

***

“Cobalah..”

“Tidak!”

“Ayolah..”

“Kubilang, tidak.”

“Kau pasti akan suka..”

Aku menghela napas panjang dan memutar kedua bola mataku. “Aku tidak mau! Jangan memaksaku Sehun!”

Sehun mengerucutkan bibirnya. Hei, dia kira aku akan luluh dengan aksi imutnya?!

“T-I-D-A-K.”

“You’re so mean..”

“Sehun, dengar! Kau tahu aku tidak bisa minum air es dan segala sesuatu yang manis, kan?”

“Tapi ini tidak terlalu dingin..”

“Tapi manis.” Tukasku.

“Batu esnya meleleh dan sekarang sudah tidak terlalu manis.”

“Aku tidak bisa makan cokelat..”

Sehun menunduk, menarik gelas Bubble Tea-nya. “Tapi aku sudah rela membagi minuman kesukaanku padamu, ini Bubble Tea Elsa.. semua orang suka Bubble Tea.”

“Semua orang kecuali aku, Sehun.”

Dan Sehun akhirnya menyerah, meminum Bubble Tea-nya dan menolak untuk bertatap muka denganku.

Sangat kekanakan!

Teruslah bertingkah seperti balita, Oh Sehun!

Katakanlah aku sedang terkena karma sekarang ini.

Sudah setengah tahun kami tidak bertemu, aku dan Sehun. Karena dia yang sangat sibuk mempersiapkan comeback-nya.

Dulu, aku selalu mendorongnya pergi ketika dia selalu menempel padaku seperti permen karet dan sol sepatu. Dia seperti bayangan, bayangan yang menyebalkan. Dia kekanakan, dan dia teman baikku sejak kami di taman kanak-kanak.

Cerita lama?

Yah, sayangnya begitu.

Kalau Jongin punya Taemin, maka Sehun punya aku.

Kami tumbuh bersama, dengan segala perbedaan yang luar biasa mencolok.

Sehun yang amat sangat menyukai makanan dan minuman manis, aku sebaliknya.

Sehun yang amat sangat kekanakan, aku sebaliknya.

Sehun yang tinggi menjulang, aku sebaliknya.

Sehun yang takut gelap, aku sebaliknya.

Sehun yang selalu bertingkah imut, aku sebaliknya.

Sehun yang ceroboh, aku sebaliknya.

Sehun laki-laki, aku perempuan. Oh, lupakan yang ini.

Aku dan Sehun amat bertolak belakang. Kami selalu saja berselisih, dan aku yang harus mengalah.

Siapa kira aku akan sangat merindukannya sekarang.

Seolah menonton video musik dan penampilannya di TV belum cukup memuaskan rasa rinduku pada pecinta Bubble Tea itu.

Dan hal paling aneh adalah aku menjadi gila karena teramat merindukannya.

16 tahun lamanya Sehun meyakinkanku, memaksaku, menyuruhku mencoba Bubble Tea kesukaannya. Dan selama itu tak sekalipun kuiyakan.

Siapa kira rasa rindu bisa mengubah selera orang. Siapa kira Bubble Tea adalah minuman terenak yang pernah kucoba. Lupakan segala kafein pada espresso, karena aku amat sangat menyukai Bubble Tea lebih dari apapun.

Aku tidak pernah absen membeli segelas Bubble Tea di toko Bubble Tea dekat kampusku. Dan aku tidak pernah mencoba rasa yang lain. Hanya Cokelat, karena Sehun suka Bubble Tea rasa cokelat.

Ya, aku sudah tidak waras.

Aku melakukan segala sesuatu yang biasa dilakukan Sehun.

Bukan aku saja yang kaget, oke.

Sebaiknya dia tidak tahu…

Mungkin,

Uh… aku bisa membayangkan seringainya dan suara tawanya yang lucu.

Mungkin, aku akan memberitahunya nanti.

Kupandangi kado yang terbungkus rapi di depanku. Kado itu untuk Sehun. Dua gelas Bubble Tea rasa cokelat dan voucher Bubble Tea gratis selama sebulan di toko favoritnya.

Ulang tahunnya tiga hari yang lalu, dan aku belum mengucapkan selamat padanya. Jangan salahkan aku, dia yang sulit dihubungi akhir-akhir ini. Dan setidaknya, dia sudah merayakan ulang tahunnya ketika di Jepang bersama fans. Dia, tidak akan terlalu marah kalau aku yang terakhir memberinya ucapan dan kado.

Showcase sudah berakhir 15 menit yang lalu. Dan aku sedang di belakang panggung, duduk di salah satu kursi  menunggu kemunculan laki-laki itu.

“Elsa?”

Aku mendongak. Sehun berjalan mendekat dengan ekspresi terkejut.

Aku tersenyum.

“A-aku tidak berhalusinasi kan?”

Aku menggeleng.

Sehun menyeret kursi dan duduk berhadapan denganku.

“Kau tidak memberitahuku akan datang..”

“Surprise..” ucapku datar,

Sehun berdecak,mengalihkan pandangannya ke bungkusan di pangkuanku. “Apa itu?”

Kusodorkan bungkusan itu padanya.

“Apa ini kado ulang tahun?”

Aku mengangguk.

“Kukira kau lupa..” Sehun menunduk, wajahnya muram.

“Kalau hanya ulang tahunmu, bagaimana aku bisa lupa?”

Sehun mendongak, tersenyum padaku. “Boleh kubuka sekarang?”

“Tentu..”

Sehun menyobek kertas kadonya dan membuka kotaknya.

“Bubble Tea?”

“Yap..”

Uh, oh.. apa dia kecewa? Apa dia—

“Asyiiiikkk!!! Bubble Tea!!!” Sehun bersorak gembira, lalu mengambil sedotan dan meminum Bubble Tea-nya.

Lihat! Aku tidak terlalu terkejut dengan reaksinya yang seperti ini. Sehun mudah sekali merasa senang karena hal-hal kecil.

“Sehun?”

“Ya?” ujar Sehun sambil mengunyah butir-butir pearl di mulutnya.

“Kau tidak ingin membaginya denganku?”

Sehun tidak bereaksi. Dia mengerjap  dua kali dan melemparkan tatapan bingung padaku.

“Kau tidak ingin membagi Bubble Tea mu denganku?”

Sehun melebarkan matanya. Hampir saja gelas Bubble Tea itu jatuh kalau aku tidak buru-buru menangkapnya.

“Sehun?”

“Elsa? Kau..apa kau minum soju sebelum datang kesini?”

Aku menghela napas panjang. “Tidak..”

“Tapi kau, tidak suka Bubble Tea, kau tidak suka es, kau tidak suka manis, kau…”

“Aku suka Bubble Tea.” Tukasku.

Kuhiraukan tatapan bingungnya dan menyesap Bubble Tea miliknya.

“Elsa?”

Aku mengangguk-angguk. “Ini minuman terenak yang pernah kuminum..” kukembalikan gelas Bubble Tea itu padanya. Dan Sehun menatapku dengan ekspresi paling bingung yang pernah ditunjukkannya sedang aku memasang ekspresi sedatar mungkin, berusaha keras menyembunyikan senyum yang mungkin muncul karena ekpresi Sehun yang begitu lucu.

Sehun memindahkan kursinya di sampingku, kusandarkan kepalaku di lengannya. Sehun tidak berhenti bercerita dan tersenyum, akupun begitu. Sesekali Sehun memberikan gelas Bubble Tea-nya padaku.

Kami berakhir di belakang panggung, bertukar cerita sampai minuman dengan gelembung-gelembung pearl itu habis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s