SADIRA CHRONICLES | Introducing Satya Dira

tumblr_m4saspCO1m1r1bd4do1_500
Source: Tumblr

Pernah nggak sih kalian jatuh cinta dengan orang yang cukup nyeleneh. Bukaaan, bukan manusia setengah salmon atau ganteng-ganteng sering gila. Maksudku sih dengan laki-laki biasa, tapi dengan status yang agaknya sedikit fenomenal di masyarakat. Duda.

Iya, aku, mahasiswa semester tua yang sedang bergumul dengan naskah nonfiksi bernama skrip-shit ini kepincut dengan seorang duda muda supertampan yang suka ke warung bubur ayam mang Usman tiap pagi. Aku sih baru dua minggu yang lalu aja suka beli bubur ayam. Tapi setelah ketemu dia, eh malah ketagihan. Iya lho, ketagihan pengen ketemu lagi. hehe

Ya mungkin kalo baru dua minggu, kita para remaja (ehek) nyebutnya bukan cinta tapi naksir. Tiap pagi nongkrong di warung bubur ayam, sambil nyari-nyari info tentang mas-mas duda ganteng dari mang Usman atau ibu-ibu genit yang juga suka beli bubur ayam di situ. Ah, aku sih curiganya mereka punya misi sama kayak aku. Eh tapi ya, sainganku masa’ sama tante-tante rempong. Masih remaja gini.

Oke, kembali ke topik. Jadi, selama 3 hari nongkrong ceria aku dapat info kalo mas-mas itu duda. Istrinya kabur gitu sama selingkuhanya. Heran, pria tampan kayak gini kok ya ditinggal selingkuh? Padahal nih, secara penampilan sih perlente. Pakaian kantornya aja setelan jas. Tapi kadang juga pake polo shirt dan celana khaki. Kayak abah kalau mau main golf gitu. Ah, dan namanya bagus banget. Satya. Tuh, orangnya ganteng, namanya bagus, kaya lagi. Gimana aku nggak kelepek-kelepek. Hihihi

Info yang kudapat tentang dia sih makin banyak. Tapi….. aku dan dia nggak ada perkembangan apa-apa. Dua minggu belum kenalan, baru seminggu lalu kami bertukar senyum. Sebenernya sih cuma dia yang senyum ke aku, dan aku yang langsung merah padam sambil mengheningkan cipta dalam-dalam. Malu-lauinnnn!!!!! ‘kan??

Pagi ini aku agak galau. Antara mau ke warung mang Usman atau nggak. Ya gitu, karena dari awal semangatku berkobar eh sekarang mulai mengecil apinya. Atau aku memang sekedar naksir aja? Aiiiih, daripada kebanyakan mikir. Mending ke warung deh. Lapperrr!!

Sampai di warung mang Usman aku memesan semangkuk bubur dan teh hangat. Duduk di pojokan sambil mengamati jalanan.

“Mang, buburnya tiga ya, yang satu di bungkus yang dua makan sini. Sama teh anget 2.”

Eh, eh, itu suaranya tuh. Aku nengok pelan-pelan ke belakang- oh em ji!!!!!!!! Demi boxer hello kitty Bekti (Bekti itu temen sekelasku yang masih saudara sama janur kuning “melambai”). Eh fokus-fokuuusss!!! Demi boxer hello kitty Bekti, siapa perempuan jelmaan Raisa yang duduk berhadapan sambil senyum-senyum sama dia itu???!!!

Sungguh, aku memang terlalu bego dan malas untuk memperhitungkan berbagai ancaman seperti pihak ketiga. Tapi, kalau begini sih aku yang jadi pihak ketiga. Remaja berwajah pas-pasan kayak aku kalau harus bersaing sama perempuan super elegan itu sih kayaknya aku harus ke Korea dulu, permak wajah. Kandas sudah harapanku, padam sudah api semangatku. Mungkin aku memang harusnya mikir skripsi dulu, bukannya stalking duda keren macam dia.

Hah. Ya sudahlah, disini mulai gerah. Aku pulang aja.

Kayaknya hari ini memang harusnya aku nggak kesiniiiiii!!!!!

“Kamu yang biasa makan disini itu ya?”

Tuhkan, kubilang apa?!!

“I-iya.” Duh, jawab aja aku nggak becus!! Dan demi apa dia mengulurkan tangan gitu demi ap-?

“Emmm.. Saya Satya, ngomong-ngomong.”

Iya, aku tahu nama kamu Satya.

“Emmm… kamu?”

Kamu? Aku? Eh?!! EEEEEHHH tangannyaaaa!!!

“S-saya Dira..”

Tangannya…. aku pegang tanganyaaa >.<

Aduh, jantungkuuuu-jantungkuuuuuu…. tolong dong, siapapun…

“Kang, ini kembaliannya… sama, salam untuk dek Rafa. Tadi saya tambahin lauknya, suruh ngabisin ya kang.”

Mang Usmaaaannn, makasiiiih.

“Iya nanti saya sampein, makasih banyak ya mang. Saya pulang dulu.”

“Iya, ati-ati.”

Duh muluuut!!!! Bisa nggak sih diem aja!

“Saya duluan ya, Dira.”

Heh?

Dia pamit ke akuuu!!! Sebut namaku pulakkk!!!

“Yuk Bri.” Dan Mbak-mbak jelmaan Raisa itu muncul gandeng tangan Satya sambil senyum ke aku.

Sempet lupa kalau dia sama perempuan elegan itu.

Sudah deh, hari ini aku mau bertapa aja di perpus pusat sampai malam. Biar naskahku cepat selesai, biar aku bisa leha-leha di rumah tanpa kepikiran naskah terkutuk itu. Bisa penuaan dini aku kalau kelamaan bergaul sama buku-buku tua dan museum ditambah mas-mas duda keren bernama Satya yang sekarang sedang gandengan tangan sama mbak-mbak super cantik itu. TT TT

“Mang, saya berapa?”

“Neng Dira nggak usah bayar..”

“Lho? Kenapa mang? Mamang ulang tahun?”

Mang Usman cuma senyum-senyum.

Bikin curiga ini mah.

“Tadi sudah dibayarin sama kang Satya.”

HEEEEEEE??!!!!!!!!

Copyright © 2014 azuream8

All rights reserved

Advertisements

2 thoughts on “SADIRA CHRONICLES | Introducing Satya Dira

  1. hai dira, nyangsang kesini jam tiga pagi. bingung mau ngapain, eh aku baca aja postingan pasal kang satya yang jago bikin hatimu ketar-ketir.
    ngga tau kenapa ya, sebelumnya aku ngga pernah tertarik untuk baca postingan orang kecuali fanfiction, macam curahan hati kamu ini….
    mungkin yang bikin aku tertarik itu karna gaya nulismu yang sumveeeh enak dibaca, ngalir, ditambah ada selipan kata-kata lucu yang bikin aku mesam-mesem sendiri.
    soal kang satya itu juga, lucu aja yaaah kamu bisa suka-sukaan sama duda di warung bubur. aseli jarang yg beginiaaan.
    walopun kamu dan aku nggak tau siapa si jelmaan raisa itu, kayaknya oke juga kalo kamu terusin curahan hatimu ini sampe sementok-mentoknya.
    aku pasti baca deh….hahahaha komen ga jelas ini boleh diapus, alhamdulilah dibales 🙂 salam kenaaal 🙂

    ica #chu

    1. Halo kak icha.. boleh aku panggil begitu? 😀
      pertama-tama makasih banyak sudah meluangkan waktu untuk baca cerita absurdku ini.. dan makasiiiiiiih banyak untuk komen panjangnya 😀
      cerita ini sebenernya hasil iseng-iseng setelah nonton Chef Juna XDD
      kalau ada ide pasti diterusin kok curhatan absurdnya :p
      daaan salam kenal juga… panggil Kim aja ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s