JEALOUSY

Ren Sins1

noun;a feeling of jealous envy (especially of a rival)

 

Pagi ini Camilia Jung berhasil bangun pagi dan masuk kelas tanpa terlambat dan tanpa mendapat ceramah Mr. Snape, ia juga sempat memakan setangkup sandwich isi ham sebelum berangkat, rambutnya tidak rewel disisir, dan deodorannya masih banyak. Hampir tidak ada alasan baginya untuk bad mood. Tapi ketika siang datang, tiba-tiba moodnya berubah drastis.

Apalagi yang bisa membuatnya cemberut dan kesal sepanjang hari kalau bukan Si Pirang yang sedang duduk di hadapannya. Satu tangannya bertopang dagu, memandang Camilia penuh minat dengan senyum semanis coklat.

“Kau sedang PMS ya, Cam?” tanya orang itu sambil menyugar rambut dirty blond-nya ke belakang.

Camilia diam saja. Bersikap tidak acuh sembari menahan amarah yang meletup-letup. Segala gerakan yang dilakukan orang ini begitu penuh pesona, membuatnya semakin kesal. Bukannya ia tidak melihat para pria yang memperhatikan orang di depannya dengan mata berkilat kagum.

Camilia tidak habis pikir, bagaimana seseorang bisa terlihat sangat mempesona hanya dengan kaos lengan panjang hitam polos, celana denim navy blue belel dan sepasang Converse hitam usang.

Tidak peduli dengan tatapan ingin tahu dari si Pirang, ia kembali menyesap Caramel Macchiato-nya pelan. Mencoba meresapi manis karamel sebelum lapisan teratasnya habis dan digantikan rasa pahit.

“Ayolah Cam… katakan padaku, kenapa kau menbung?”

Tidak ada respon.

Babe?” panggil si Pirang dengan wajah sumringah.

Yang kali ini mendapat jawaban berupa, “Apa?” bernada datar.

“Kau cemburu, ya?”

Camilia memutar kedua bola matanya.

Wajar kan kalau sepasang kekasih cemburu pada pasangannya. Cemburu karena kekasihnya digoda lawan jenis, atau cemburu karena pesona yang terlalu menyedot perhatian yang lain. Camilia mungkin termasuk yang kedua, mungkin.

Camilia tidak habis pikir bagaimana si Pirang ini bisa memikat sesama jenisnya dengan wajahnya yang kelewat cantik. Tubuh yang, eum terlihat seperti perempuan (sekilas).

But, for God’s sake!

Tidak bisakah mereka melihat kalau laki-laki tulen di depannya ini memiliki bahu lebar dan jakun di lehernya?

Camilia kesal setengah mati pada kenyataan bahwa pacarnya lebih cantik darinya. Membuat dirinya, juga perempuan lagi iri berat karena kalah telak oleh pesona feminim Ren. Kadang ia juga harus menahan malu karena dikira lesbian ketika berkencan dengan Ren. Dari jauh, keduanya memang tampak seperti sesama perempuan yang bermesraan.

Ren bukannya tidak melihat gelagat kekasihnya yang selalu kesal ketika ia mengurai surai pirang sebahunya. Ia memang sengaja menggoda Cam. Sengaja membuat gadis itu kesal setengah mati dan mendiamkannya. Mengamati ekspresi Camilia yang berusaha tak acuh namun selalu gagal karena pesona Ren selalu berhasil meruntuhkan dinding batu kekasihnya itu.

Kalau sudah begitu, Ren semakin semangat menggoda Cam dan diakhiri gombalan super cheesy koleksinya.

Straight to the point, Ren. Untuk apa kau mengajakku ketemuan di sini?” Camilia mulai jengah.

“Aku punya kabar baik dan kabar buruk, yang mana yang mau kau dengar lebih dulu?” Ren mengerling jenaka sambil mengaduk Vanilla Latte-nya.

Camilia menghela napas keras, menyandarkan punggung pada sofa dan melipat tangan di dada. “Kabar buruknya?”

Ren menyeringai senang, “Kabar buruknya…..” Ren sengaja memotong, alih-alih mengkopi cara duduk Camilia. “Kau harus mengantar dan menemaniku ke salon.”

Camilia menegakkan punggung, ucapan Ren menyita atensinya sekarang. “Dan kabar baiknya?”

Ren bergerak membungkuk, mendekatkan wajahnya ke arah Camilia. “Kupikir, aku sudah bosan dengan rambut pirangku.. mungkin cokelat akan lebih keren.” Ujarnya.

Camilia hampir saja meloloskan seringai senang kalau ia tak cepat-cepat mengatupkan bibir dan berdehem pelan.

“Dan mungkin memangkasnya sedikit..” tutup Ren. Ia tahu betul seberapa besar efek ucapannya pada kekasihnya itu.

Camilia sudah tidak bisa menyembunyikan senyum.

“Tunggu apa lagi, Ren!”

-FIN-

 

 

ps : Endingnya apa banget lah -_____- hehe

FF ini tercipta akibat daku yang iri berat pada kecantikan Ren :3 tehee

Dan ogut cukup tahu diri kalo FF ini nggak bisa disebut cerita 😀 setting dan karakter yang nggak jelas, diksi yang smweleheh(?), dan inti juga ending yang absurd luar biasah.

Sorry untuk yang nggak sengaja membaca :p heheheh

BONUS!!!!

https://www.youtube.com/watch?v=HVTtCSMdIgg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s