JONGHOON & BISCUITS

F-T-Island-image-ft-island-36059693-737-406

Entah apa yang merasuki Jonghoon sore itu. Dia yang sedang duduk di teras rumah ditemani secangkir teh hijau hangat dan setoples biskuit mendadak bertingkah aneh setelah melamun hampir lima menit. Diam, memandang lurus pada biskuit-biskuit berbentuk tokoh kartun Mickey Mouse yang lucu. Lalu tanpa aba-aba, bibirnya melengkungkan senyum bahagia yang sedikit aneh, cenderung creepy.

Mungkin benar adanya bahwa para seniman itu cenderung freak dan sedikit menakutkan. Contohkan saja Jonghoon yang punya kebiasaan dan perilaku super aneh ketika sedang brain storming.

Sebagai seorang pekerja seni yang berkecimpung di dunia sastra dan musik, wajar saja kalau perilaku Jonghoon sedikit mengkhawatirkan ketika mencari muse.

Tapi kali ini, dia bahkan tidak sedang menciptakan lirik lagu, pun mencari inspirasi untuk mengaransemen.

Menjadi sangat tidak wajar ketika dia melamun dan tiba-tiba tersenyum sedemikian rupa, membuat Jaejin yang baru saja pulang terkejut setengah mati.

Jaejin hampir mengambil langkah seribu kalau saja Jonghoon tidak lebih dulu menyapa dan membuatnya mendekati hyungnya itu.

“Jaejin-ah..”

“Ya, hyung?”

“Coba dengarkan filosofi yang baru saja kuciptakan.”

Kening Jaejin berkerut, kedua irisnya bergerak-gerak mewakili ekspresi bingung, tidak mengerti. Ia baru saja menginjakkan kaki di halaman rumah, berharap bisa langsung istirahat dan berbaring dengan nyaman di kasur empuknya, bukannya pulang untuk kemudian mendengarkan entah apa yang akan dikatakan hyungnya itu. Sungguh, ia tak mengerti dan tak ada minat sama sekali untuk mendengarkan perkataan Jonghoon. Apapun itu.

Tapi, tanpa punya pilihan, Jaejinpun mengangguk. Menajamkan telinga dengan kepala condong ke arah Jonghoon.

Jonghoon menyeringai lalu mengambil napas dalam dan berkata,

“Cinta itu ibarat kepingan biskuit

Tidak peduli terkena susu, teh, atau kopi

Ia tetap akan dikenang sebagai biskuit

Mau dia hancur, gosong, atau keasinan

Dia tetap menjadi satu kudapan bernama biskuit.”

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Lama Jaejin terdiam, mencoba memahami-entah termasuk-filosofi yang diucapkan hyungnya. Namun otak kecilnya menolak berpikir lebih jauh dan respon yang bisa diberikannya hanya dua tepukan di bahu Jonghoon. Dan iapun beranjak meninggalkan hyungnya yang tidak waras di teras rumah, melanjutkan rencana-tidur di kasurnya yang empuk.

-FIN-

a/n:

akibat secara konstan melihat-lihat screen shoot biskuit Mickey Mouse di Instagram dan menonton ulang Cheongdamdong 111 😀

Screenshot_2015-02-03-07-27-24

Bonus!!!

FT-Island-Jaejin-Jonghun_1413918465_af_org


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s