Teman?

Teman?

Aku mulai meragukan titel berpangkat tinggi yang diagung-agungkan para homo sapiens. Aku mulai ragu kalau aku punya satu yang berwujud manusia.

Semua berawal hari senin lalu. Aku dipecat dan yah aku jadi pengangguran lagi setelah lima tahun bertahan sebagai personal assistant seorang wanita arogan (yep persis seperti bos Di The Devil Wears Prada). Aku tidak begitu sedih sih, toh uangku masih banyak. berkat Mrs. Hunter-The Devil-yang memberiku gaji dengan cukup royal. Whohoo

Sisi baik lainnya adalah aku bisa pulang jauh lebih awal dan mungkin masak lalu candle light dinner romantis dengan pacarku sekaligus roommate, Dean. Tapi sepertinya kutukan hari senin tidak berhenti disitu. Yeah, seklise itu. Dean ternyata selingkuh dengan teman dekatku Ruby. Well, aku sudah lumayan bosan sih dengan Dean. Tapi demi kopi Starbucks! dia itu pacarku, setidaknya tunggu sampai aku yang memutuskannya.

Sisi buruknya adalah Ruby tidak hanya menggantikan posisiku sebagai pacar Dean. Yeah another cliche moment… Dia juga menggantikan posisiku sebagai PA Mrs. Hunter. Yeay Life!!!

Tapi memangnya pernah ya hidup berjalan sesuai mauku?

Andai begitu.. ha ha

Sayangnya aku bukan gadis remaja labil yang akan memusuhi sahabatnya hanya karena dia selingkuh dengan pacarnya dan secara tidak langsung merebut pekerjaannya. Jadi, di sinilah aku. di depan apartemen Ruby dan Dean dengan sekotak makaron dan tiga gelas latte (tanpa sianida) menunggu Ruby membuka pintu…

 

 

 

-END

Advertisements