Jatuh cinta itu… (22/11/15)

3c2df479a022022ec290c6fdfea48160

Kamu sudah pernah jatuh cinta?

Bagaimana rasanya?

Menyenangkan? Meledak-ledak seperti kembang api? Menggelitik seperti sayap kupu-kupu? Memacu adrenalin seperti olahraga ekstrim?

Atau menyakitkan? Seperti tertusuk duri tangkai mawar? menyesakkan seperti terhimpit dua sisi tembok?

Atau perpaduan keduanya?

Yang namanya jatuh, pasti disertai rasa sakit. Abaikan probabilitas adanya matras yang melindungimu dari benturan dengan tanah. Atau tali yang menahanmu agar tetap aman. Juga pelampung yang menjagamu supaya tidak tenggelam.

Ketika kamu jatuh cinta. Kamu pasti merasakan keduanya. Menyenangkan dan menyakitkan.

Hal yang menarik dari jatuh cinta, selain rasanya adalah kamu tidak bisa memilih pada siapa kamu akan jatuh. Kamu bisa saja jatuh pada orang yang mau menangkapmu. Tapi, kamu juga bisa jatuh pada orang yang dengan tidak acuh mengabaikanmu.

Cinta terasa menyenangkan bila ada komunikasi dua arah. Tepuk tangan akan terdengar jika kedua tangan yang melakukan.

Tapi, bagaimana kalau yang bertepuk tangan hanya satu tangan?

Masih bisakah kita menyebutnya tepuk tangan?

 

Pernahkah kamu mendengar bahwa orang kasmaran ibarat difable?

Seperti tunanetra. Cinta itu buta. Namun sesungguhnya, orang yang jatuhlah yang buta. Ketika kamu jatuh cinta, kamu tidak bisa (cenderung menolak) melihat kejelekan. Bukan cinta yang buta, orangnyalah yang demikian.

Seperti tunarungu. Pernahkah kamu menasihati temanmu tentang orang yang disukainya? Mengadu tentang keburukannya, namun tidak digubris sama sekali. Atau kamu sendiri pernah mengalaminya?

Seperti tunawicara. Pernahkah kamu mendapati temanmu yang biasanya banyak omong tiba-tiba berubah jadi patung lilin saat berhadapan dengan seseorang yang mencuri hatinya? Pernahkah kamu merasa enggan berbicara karena takut salah ucap?

 

Cinta juga bisa mengubahmu jadi orang baik.

Menjadi rajin. Kamu jadi rajin bersolek, rajin mandi.

Menjadi pemaaf. Tiba-tiba rasa ibamu naik ke level yang jauh lebih tinggi. Kamu mudah memaafkan kesalahan.

Menjadi penyabar. Kamu dikecewakan, tapi dengan ringan kamu mengenyahkannya. Kamu tidak sanggup membencinya sebesar apapun dia mengecewakan kamu.

 

Lihat kan?

Cinta itu “lucu”.

Bagaimana dia dengan ajaibnya mengubah orang.

Bagaimana dia punya kekuatan super, membuatmu bahagia, membuatmu sedih, membuatmu marah, membuatmu kecewa. Membuatmu merasakan pelbagai emosi.

Cinta itu seperti itu.

Kamu akan bosan bila terus merasakan satu rasa saja. Baik itu manis atau pahit. Kamu tidak akan bisa bertahan.

Sebaliknya, kamu harus merasakan semua rasa.

Supaya kamu tidak bosan.

Supaya kamu terpacu untuk menjajal semua sensasi efek yang ditimbulkan

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s