Ulangtahun

Empat hari lalu ulangtahunmu.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Aku tidak pernah lupa mengirim ucapan selamat beserta doa.

Namun agaknya ekspektasiku kelewat tinggi.

Kamu tidak membalas pesanku seperti tahun kemarin.

Kamu bahkan tidak membacanya.

Hey..

Kalau kamu berpikir aku masih mau merendahkan diri untuk mendapatkan hatimu, kamu salah besar.

Aku pernah menjadi temanmu. Kita pernah dekat. Aku tidak setega itu memutus komunikasi hanya karena kamu sama dengan yang lain.

Dan pada akhirnya, kamu sama dengan mereka.

Menganggapku tak kasat mata. Selalu berkata buruk, mengkritik dengan tajam tanpa tahu apa-apa. Semua yang keluar dari mulut dan tanganmu hanya bisa yang sanggup membunuh dalam sekejap.

Kamu tak lagi menjadi muse-ku. Aku tak lagi membutuhkanmu. Tidak, demi apapun.

Aku tidak membencimu.

Aku juga tak lagi sakit hati karenamu.

Aku hanya mengosongkan hatiku dari namamu.

Aku tak lagi memberi ruang meski hatiku lapang.

Aku hanya sadar akan prioritasku.

Aku.

Bukan kamu.

Tidak lagi kamu.

Kalau aku yang tanpamu bisa hidup dan baik-baik saja.

Kenapa aku masih harus mengejar hatimu yang terikat balon dan terbang entah kemana.

Hei kamu..

Aku tidak berharap karma berlaku padamu.

Karena akupun tak tahu, apa di masa depan aku masih mau menerimamu menjadi bagian ceritaku.

Kalau hanya maklum, aku bisa melakukannya selama apapun.

Tapi jangan paksa aku kembali menaruh harap.

Aku sudah selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s