Dear You

Kamu yang hatinya diselimuti kabut. Aku kadang menyesal menjadikan kamu alasan utamaku untuk tidak mengaminkan tawaran berkomitmen. Aku juga kadang menyesal karena sudah sering membuatmu terlempar dari zona nyaman. Aku menyesal menjadikanmu pelarian dikala aku sudah terlampau lelah dengan duniaku. Tapi kamu seperti candu. Membuatku ingin berhenti, namun juga memaksaku untuk kembali. Kamu satu-satunya pengingatku … More Dear You

Jinx

Alan tidak menyangka kalau hari ini ia mendapat lebih banyak kejutan dari biasanya.

Teman?

Teman? Aku mulai meragukan titel berpangkat tinggi yang diagung-agungkan para homo sapiens. Aku mulai ragu kalau aku punya satu yang berwujud manusia.

Lonceng

Ia di sana. Duduk menyendiri di tengah perpustakaan yang ramai pengunjung. Lelaki beraroma kopi dan kayu manis. Ia tak pernah pindah dari posisi favoritnya. Sebuah single sofa dan meja kecil dengan vas bunga segar di atasnya. Terletak di sayap kiri perpustakaan, tepat berseberangan dengan jendela dengan pemandangan mengarah ke jalan raya.