FLUFF | Cutiepie Kyungsoo

kyungsss
Source: Google

Cast: Do Kyungsoo ‘EXO’ and Lee Yoonhee ‘OC’  || Genre: Fluff, Comedy, Romance(?), AU || Rating: G || Length: Ficlet || BGM: Byul ft Kwon Jungyeol – So Cute

Requested by: Mentari Lee

Copyright © 2014 azuream8

All rights reserved

Summary:

Kyungsoo wants to grow taller

Bagaimana rasanya punya pacar yang lebih tinggi darimu? Tidak hanya satu senti, melainkan 5 senti. Kau pasti merasa tidak nyaman. Apalagi kau adalah laki-laki.

Kyungsoo tahu rasanya. Dia punya pacar bernama Lee Yoonhee yang lebih tinggi 5 senti darinya. Seorang atlet sprint dan sangat populer di sekolah. Gadis berambut sebahu yang amat manis, dengan lesung pipi. Dia atlet berbakat, tiga besar di kelas, dan gadis yang menyenangkan. Gadis itu hampir mendekati sempurna kalau saja dia tidak berpacaran dengan Kyungsoo.

Sedang Kyungsoo kebalikannya. Mungil dengan tubuh tidak lebih tinggi dari 171 sentimeter kecuali jika dia berjinjit atau menyelipkan insoles di sepatunya. Pendiam, pemalu, susah bersosialisasi, namun sangat cerdas. Lupakan fakta bahwa ia terlihat jauh lebih menggemaskan dari sepupu jauh Luhan yang berumur lima tahun-Kim Jongdae. Karena dia adalah siswa tingkat dua di SMA Jaeguk.

Kadang Kyungsoo berpikir kalau dia tidak pantas menjadi kekasih Yoonhee. Gadis itu jauh lebih pantas dengan Chanyeol-rekan sesama atlet sprintnya. Chanyeol tampan, atletis, lucu, baik, dan yang paling penting.. tinggi.

Kyungsoo sedang duduk di kantin sekolah, menerawang menatap pohon sakura di seberang.

“BOO!!”

Sepasang tangan menghentak pundak Kyungsoo. Membuatnya tersentak.

“Jangan suka melamun sendirian!”

Oh, itu Zitao. Kyungsoo melayangkan sebuah tinju ke lengan laki-laki bermata panda itu. Tak lama, seorang laki-laki bertubuh mungil tapi masih lebih tinggi darinya datang, bergabung bersama mereka dengan membawa senampan sandwich isi bacon.

Kyungsoo menatap Zitao yang dengan sigap mengambil setangkup sandwich dan mengunyahnya.

“Dia melamun lagi ge, tolong nasihati agar dia tidak terus melamun seperti patung kura-kura di taman sekolah.” Ujar Zitao disela mengunyahsandwichnya.

Luhan mengambil setangkup sandwich dan menyodorkannya pada Kyungsoo.

Tapi Kyungsoo menggeleng.

“Kenapa?”

“Sudah kubilang dia semakin aneh.”

Zitao mengambil satu sandwich lagi.

“Apa kau masih memikirkan tentang… tinggi badan?” tanya Luhan.

 

Strike one!

Kyungsoo semakin murung.

Dan Zitao terbatuk.

Hey man! Apa salahnya dengan tinggi badanmu?” Zitao tidak jadi memakan sandwich nya dan tertawa geli.

Luhan menatap tajam Zitao dan menginjak kakinya agar laki-laki itu berhenti tertawa.

“Astaga! Kenapa kau masih memikirkannya? Yoonhee saja tidak protes.” Luhan memandang bingung sahabatnya.

Andai bisa Kyungsoo tidak memikirkannya. Kyungsoo juga tahu kalau Yoonhee tidak pernah mempermasalahkan tinggi badannya. Yoonhee menyukainya yang seperti ini. Tapi Kyungsoo ragu.

Terutama sejak Yoonhee pergi untuk karantina di Seoul karena dia terpilih untuk mewakili sekolah mengikuti olimpiade olahraga nasional kemarin. Selain kepergiannya yang cukup lama,Kyungsoo khawatir karena dia kesana bersama Chanyeol. Oh, dan Kyungsoo benci mengakui bahwa dia cemburu. Dia iri pada Chanyeol yang tinggi, tampan, dan konyol. Dia takut kalau mungkin selama di karantina, benih-benih cinta  tumbuh diantara Chanyeol dan Yoonhee.

Kyungsoo segera menepis pikiran itu.

Satu dari sekian alasan Kyungsoo tidak menyukai dirinya yang bertubuh mungil.

Dude, dengar! Kalau kau masih tidak bisa berhenti memikirkannya, aku bisa membantumu.”

Luhan berucap pelan, namun mantap.

Kyungsoo mengangkat kepala, “Benarkah?”

Zitao dan Luhan saling pandang, lalu mengangguk.

Man, kau berada di tangan yang tepat.” Zitao tersenyum.

***

Dua hari kemudian..

“Ini langkah pertama kita Kyungsoo.”

Kyungsoo serta-merta bingung ketika Luhan membawanya ke supermarket. Ini belum waktunya belanja bulanan, seingatnya. Lagipula jadwal belanja bulan ini adalah Minseok. Bukan dirinya atau Luhan.

Namun Kyungsoo memilih diam dan mengikuti instruksi Luhan, mengekorinya sambil mendorong troli.

Kyungsoo diam saja ketika Luhan memasukkan berkotak-kotak susu berbagai merk ke troli.

Kyungsoo tidak protes ketika Luhan memasukkan berkilo-kilo daging.

Kyungsoo tidak protes ketika Luhan memasukkan sayuran beraneka warna.

Tapi Kyungsoo mencegah tangan Luhan ketika laki-laki itu hampir memasukkan sekotak belut ke troli.

“Belut?” tanya Kyungsoo dengan mata melebar.

“Ini bagus untuk pertumbuhan, percayalah! Kakekku di Beijing yang memberitahuku.”

Dan sekotak belut itu masuk ke troli.

Luhan terus memasukkan berbagai barang sampai troli itu penuh.

Dan tibalah saatnya membayar.

Kyungsoo menatap ngeri calon belanjaan di depannya. Seorang kasir perempuan sedang menanganinya.

Ge, bagaimana kita membayar semua ini?” Kyungsoo berbisik pada Luhan.

“Tentu saja dengan uang.”

“Uang siapa?”

Luhan merogoh saku hoodie nya.

“Uang Zitao…” Luhan tertawa seraya menyerahkan kartu kredit hitam itu pada kasir.

***

Sudah seminggu ini Kyungsoo menjalani terapi tinggi badan dibawah pengawasan Luhan dan Zitao. Bahkan Minseok, teman satu dorm mereka ikut membantu memasak makanan sehat untuk Kyungsoo. Resepnya, tentu dari kakek Luhan yang berada di Beijing.

Dua minggu berlalu, tidak ada kabar sama sekali dari Yoonhee.

Kyungsoo mulai gelisah. Yah, dia menyesalkan peraturan karantina yang begitu ketat. Menyita ponsel para atlet dan gadget mereka.

Karena itu Kyungsoo memutuskan untuk berusaha lebih giat. Dia mengikuti latihan wushu yang dipimpin Zitao, atau lompat tali ketika waktu luang. Kyungsoo tidak menyia-nyiakan waktu kosong. Dia takut, ketika dia tidak sedang melakukan apapun, imajinasinya tentang Yoonhee dan Chanyeol menjadi mengerikan. Hii… Kyungsoo tidak berani membayangkan kemungkinan terburuknya.

Tiga minggu sejak kepergian Yoonhee.

Kyungsoo merasa badannya mulai mengalami perubahan. Otot lengan dan betisnya mengeras karena rutin latihan wushu dan lompat tali. Kyungsoo mulai gembira. Dan dengan semangat luar biasa dia meminta Zitao memeriksa tinggi badannya.

“Bagaimana?” Kyungsoo menatap Zitao dengan mata berbinar, penuh harap.

Zitao Nampak berpikir keras. Mengusap dagu dengan telunjuknya, lalu menghela napas panjang.

“Kau bertambah tiga senti, Wow! Ini hebat.”

Mata Kyungsoo melebar.

“Benarkah?”

Yeah man, selamat!”

Dan senyum itu tidak hilang dari wajah Kyungsoo sepanjang malam, sampai dia tidur.

Tapi senyuman itu menghilang saat keesokan harinya Kyungsoo memeriksa tinggi badannya di klinik sekolah.

Tingginya tidak bertambah!

TIDAK bertambah!

Usahanya selama ini, gagal total.

Kyungsoo pulang dengan bahu melorot.

Bagaimana rasanya ketika kau berusaha mati-matian dan ternyata tidak ada hasil? Oh, meski kini Kyungsoo punya otot, tapi faktanya dia tidak bertambah tinggi. Barang sesenti pun. Ini, aneh.

Kyungsoo duduk di meja makan. Otaknya mulai memikirkan apa yang salah. Dia tidak mengerti. Semua cara sudah dilakukan. Olahraga, minum susu, makan makanan sehat resep kakek Luhan, tidur cukup. Kyungsoo tidak tahu dimana letak salahnya.

Man, kau kenapa?” Zitao-yang baru pulang latihan wushu-menghampiri Kyungsoo yang masih diam di tempatnya. Zitao meletakkan tongkat wushu nya di samping kulkas. Dan mengambil sebotol air, meminum isinya.

Kyungsoo diam. Kepalanya terkulai di meja, ia menoleh pada Zitao.

Dia tahu Zitao sudah berusaha membantunya. Dia tidak akan marah karena Zitao berbohong mengenai tinggi badannya.

Zitao menarik kursi, duduk di depan Kyungsoo.

“Aku tidak bertambah tinggi, menurutmu kenapa?”

Zitao sedikit kaget.

Well, dengar. Maaf aku berbohong kalau kau bertambah tinggi. Tapi sungguh, kau sudah berusaha keras, dan yeah aku tidak mengerti dimana masalahnya.” Zitao berucap lirih. Dia bangkit dan menepuk pundak Kyungsoo. “Maafkan aku, mungkin Luhan ge bisa membantu.”

Kyungsoo memutuskan menunggu Luhan pulang untuk menanyakan masalahnya. Tapi laki-laki itu tidak juga menampakkan diri. Dan baru pada pukul 11 malam dia tahu kalau Luhan sedang pergi ke rumah nenek Baekhyun di Gangwon-do, Yanggu.

Sial bagi Kyungsoo. Ponsel Luhan dan Baekhyun tidak bisa dihubungi.

Kyungsoo memutuskan untuk tidur.

Dengan harapan, besok ia bertambah tinggi.

Besoknya..

Kyungsoo masih belum bisa menghubungi Luhan.

Kyungsoo bingung. Dia kembali menganalisa apa yang terlewat.

Dan ketika Kyungsoo menemukan tiga kotak susu di dalam kulkas, dia tahu apa masalahnya.

“Mungkin aku kurang minum susu.”

Kyungsoo mengambil 3 kotak susu yang masing-masing berisi 2 liter susu. Meletakkannya di meja makan, membuka tutupnya. Dan meminum isinya.

Kyungsoo melewatkan makan siang dengan 3 kotak susu.

Sore harinya, saat Kyungsoo sedang menonton Pororo di ruang tamu, Kyungsoo merasa ada yang aneh dengan badannya.

Tepatnya di perut.

Uh! Kyungsoo bersumpah, dia belum pernah merasa sesakit ini.

Keringat dingin terus keluar dari pori-pori kulitnya, tubuhnya gemetaran.

Sekuat tenaga, Kyungsoo berjalan menuju kamar untuk mengambil ponsel, menghubungi Zitao.

Tapi begitu mencapai pintu, dia ambruk. Tidak sadarkan diri.

***

Mungkin kalau ada penghargaan orang paling berusaha keras se-Korea, Kyungsoo bisa jadi pemenangnya. Dia begitu berusaha meninggikan badannya demi terlihat seimbang ketika berjalan bersama kekasihnya. Well, Kyungsoo memang sangat mencintai Yoonhee.

Tapi sesungguhnya, Kyungsoo tidak perlu melakukan semua itu. Yoonhee akan tetap mencintainya. Hanya Kyungsoo belum mengetahuinya. Imajinasi tentang Chanyeol dan Yoonhee membuatnya buta.

“Kyungsoo?”

Kyungsoo yakin, ia sedang tidak berada di surga, pun di neraka.

Karena hal pertama yang dilihatnya adalah lampu terang di langit-langit yang putih dan hidungnya tertutup selang oksigen.

Man, kau sadar?”

Kyungsoo mengerjap, perlahan menoleh.

Itu suara Zitao.

Kyungsoo mengerjap berkali-kali.

Dude, kau membuatku takut setengah mati!”

“Aku kenapa?”

“Kau keracunan susu, Damn man! Bagaimana mungkin kau tidak bisa membedakan susu kadaluwarsa dan tidak?!”

Oh, Kyungsoo memang tidak bisa membedakannya. Dia mengira merk yang berbeda juga akan berpengaruh pada rasanya.

Kyungsoo mendengus, menertawai kebodohannya.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Yoonhee menghambur masuk dengan ekspresi super khawatir.

“Aku sudah mendengar ceritanya dari Zitao!” ucapnya begitu berada disamping ranjang Kyungsoo. “Astaga.. kau konyol sekali Do Kyungsoo!” Yoonhee mulai menangis.

Kyungsoo diam, tenggorokannya kering.

“Kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?” Yoonhee menggenggam tangan Kyungsoo.

“Kupikir, kau malu berjalan bersamaku karena aku-“ Kyungsoo menelan ludah, “-aku pendek.”

Yoonhee menatapnya kaget. “Kenapa aku harus malu? Siapa yang mengatakannya?”

Kyungsoo mengerjap. Siapa yang mengatakannya? Oh, Kyungsoo mulai berpikir siapa yang mengatakannya.

Apa Minseok? Tidak,

apa Luhan? Tidak,

apa Zitao? Tidak, meski dia sering meledeknya mirip anak Sekolah Dasar.

apa Chanyeol? Tidak,

apa Yoonhee? Tentu tidak,

lalu…

Dirinya sendiri!

“Asal kau tahu ya, aku sama sekali tidak pernah berpikir seperti itu. aku tidak malu punya pacar mungil sepertimu, justru akulah yang malu-“

Kyungsoo mendadak dilanda perasaan bingung. Yoonhee malu? Kenapa?

“-karena kupikir, kalau aku bisa lebih pendek aku akan .. oh Kyungsoo, kenapa kau bisa berpikir seperti itu?”

Kyungsoo merasa bersalah.

“Aku mencintaimu, aku menyukaimu yang biasanya… apa adanya.. jangan menyimpulkan sesuatu yang hanya imajinasimu saja..”

“Maafkan aku.”

“Tidak, aku yang meminta maaf.”

“Aku, yang membuat diriku celaka, aku minta maaf sudah mengecewakanmu.”

“Tidak Kyungsoo, aku juga salah karena membuatmu berpikir seperti itu.”

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga.”

Yoonhee menunduk, mencium pipi Kyungsoo.

Mata Kyungsoo seketika melebar, diikuti rona merah di pipinya.

“Jangan pernah melakukan apapun yang hanya berdasarkan imajinasimu Kyungsoo.”

“Iya..”

“E’EHEM!”

Zitao berdehem cukup keras, membuat dua orang itu menoleh. “Aku masih disini, asal kalian tahu.”

END

Advertisements

8 thoughts on “FLUFF | Cutiepie Kyungsoo

  1. ASATAGA KYUNGSOO KERASUKAN APA SAMPE KEPIKIRAN BEGITU. Well, ini udah bisa dipastikan kalo genrenya komedi, no doubt.

    Apaan coba, mulai dari bayar pake kartu kredit Zitao (itu zitao tau ngga kartunya diambil?), terus terapi sama dua manusia konyol itu, terus yang Zitao bohong, terus yang keracunan, mana bocah itu cemburu sama yeol, lagi! Great!

    Ada beberapa typo, but those are’nt big deal.

    Keep writing! ❤

    1. Kyungsoo kepikiran Chanyeol dan pacarnya XDD
      hahaha..
      makasih banyak yaaa sudah mampir, baca, dan komen 😀
      maaf untuk typonya, karena memang nggak kubaca lagi sebelum ngepost U.U
      iyaaaa (^^)/

  2. hwaaa~!! kereeen >w< aku suka sekali~ soo soo imut seperti biasanya hahaha. kasian tao /cium pipi tao/? i like it! aku follow blog kamu ya~ salam kenal ^^/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s